Cari aja disini

Jumat, 26 Oktober 2012

Android sebagai remote Presenter Powerpoint


Android sebagai remote Presenter Powerpoint

 
 
Untuk merubah hp kita menjadi layaknya sebuah remote untuk mengontrol slide persentasitidaklah sulit, kita hanya membutuhkan 2 aplikasi yang di instal di android dan aplikasi yang di install di PC.

Koneksi antara hp ke laptop menggunakan jaringan wifi, disini kita bisa memilih hp kita yang dijadikan hotspot atau laptop kita yang dijadikan hotspot menggunakan connectify atau jaringan wifi lainnta yang saling terhubung antara hp android kita dan laptop kita.
  1. Disini saya memilih cara dengan menjadikan hp Android sebagi hotspot portable, caranya masuk ke settings -> Wireless and networks -> Tethering and Portable Hotspot. Beri centang "Portable Wi-Fi Hotspot".
  2. Install aplikasi Remote PowerPoint OpenOffice.
  3. Buka Remote PowerPoint OpenOffice, maka anda akan melihat ip adress dan port.
  4. Buka Remote PowerPoint OpenOffice, maka anda akan melihat ip adress dan port. Download dan install Remote PowerPoint OpenOffice untuk di laptop/pc. (Aplikasi Remote PowerPoint OpenOffice di pc formatnya .jar, jadi laptop anda harus terinstall java terlebih dahulu untukbisa menjalankan nya). Jalankan Remote PowerPoint OpenOffice di pc, masukan ip adress yang tampil di android ke Remote PowerPoint OpenOffice di PC/Laptop. Di bagian open file (Remote PowerPoint OpenOffice PC) cari file persentasi yang akan kita buka. Klik connect, nanti otomatis file persentasi akan kebuka. Selesai, sekarang anda sudah punya remote untuk mengkontrol slide persentasi anda. Untuk perganTian slide, anda tinggal touch atau di slide aja aja layar hp android anda. Selamat mencoba,,, semoga bermanfaat,, :D INFO : Ini bisa digunakan juga di Microsoft PowerPoint bukan hanya OpenOffice saja. Tested n worked di PowerPoint..!!

    Original from: http://www.tombolesc.com/2012/01/remote-slide-persentasi-menggunakan-hp.html
    Copyright Astrominion Computer.
    Buka Remote PowerPoint OpenOffice, maka anda akan melihat ip adress dan port. Download dan install Remote PowerPoint OpenOffice untuk di laptop/pc. (Aplikasi Remote PowerPoint OpenOffice di pc formatnya .jar, jadi laptop anda harus terinstall java terlebih dahulu untukbisa menjalankan nya). Jalankan Remote PowerPoint OpenOffice di pc, masukan ip adress yang tampil di android ke Remote PowerPoint OpenOffice di PC/Laptop. Di bagian open file (Remote PowerPoint OpenOffice PC) cari file persentasi yang akan kita buka. Klik connect, nanti otomatis file persentasi akan kebuka. Selesai, sekarang anda sudah punya remote untuk mengkontrol slide persentasi anda. Untuk perganTian slide, anda tinggal touch atau di slide aja aja layar hp android anda. Selamat mencoba,,, semoga bermanfaat,, :D INFO : Ini bisa digunakan juga di Microsoft PowerPoint bukan hanya OpenOffice saja. Tested n worked di PowerPoint..!!

    Original from: http://www.tombolesc.com/2012/01/remote-slide-persentasi-menggunakan-hp.html
    Copyright Astrominion Computer.
    ownload dan install Remote PowerPoint OpenOffice untuk di laptop/pc. (Aplikasi Remote PowerPoint OpenOffice di pc formatnya .jar, jadi laptop anda harus terinstall java terlebih dahulu untukbisa menjalankan nya). Jalankan Remote PowerPoint OpenOffice di pc, masukan ip adress yang tampil di android ke Remote PowerPoint OpenOffice di PC/Laptop. Di bagian open file (Remote PowerPoint OpenOffice PC) cari file persentasi yang akan kita buka. Klik connect, nanti otomatis file persentasi akan kebuka. Selesai, sekarang anda sudah punya remote untuk mengkontrol slide persentasi anda.

    Original from: http://www.tombolesc.com/2012/01/remote-slide-persentasi-menggunakan-hp.html
    Copyright Astrominion Computer.
     Download dan install Remote PowerPoint OpenOffice untuk di laptop/pc. (Aplikasi Remote PowerPoint OpenOffice di pc formatnya .jar, jadi laptop anda harus terinstall java terlebih dahulu untukbisa menjalankan nya).
  5. Jalankan Remote PowerPoint OpenOffice di pc, masukan ip adress yang tampil di android ke Remote PowerPoint OpenOffice di PC/Laptop.
  6. Di bagian open file (Remote PowerPoint OpenOffice PC) cari file persentasi yang akan kita buka.
  7. Klik connect, nanti otomatis file persentasi akan kebuka.
  8. Selesai, sekarang anda sudah punya remote untuk mengkontrol slide persentasi anda.
Untuk perganTian slide, anda tinggal touch atau di slide aja aja layar hp android anda. Selamat mencoba
 
INFO : Ini bisa digunakan juga di Microsoft PowerPoint bukan hanya OpenOffice saja. Tested n worked di PowerPoint..!! 


Remote PowerPoint OpenOffice PC

Remote PowerPoint OpenOffice android


Boleh lihat videonya biar jelas  Klik aja linknya

Minggu, 21 Oktober 2012

sistem berkas di berbagai OS


Sistem Berkas di Berbagai OS

Sistem berkas adalah sebuah metode untuk menyimpan dan mengatur data yang berupa file-file komputer . Pada dasarnya, sistem berkas mengatur file-file ke dalam database untuk penyimpanan, organisasi, manipulasi, dan pengambilan oleh sistem operasi komputer.



Kebanyakan sistem operasi menyediakan sistem berkas, yang mana sistem berkas merupakan bagian integral dari suatu sistem operasi modern. Pada awalnya satu-satunya tugas sistem operasi mikrokomputer adalah manajemen file. Beberapa sistem operasi awal memiliki komponen terpisah untuk penanganan sistem berkas yang disebut disk sistem operasi. Pada beberapa mikrokomputer, sistem operasi disk telah dimuat secara terpisah dari sisa pada sistem operasi. Pada sistem operasi awal, biasanya ada dukungan untuk hanya satu sistem berkas yang tidak bernamanya, misalnya, CP/M hanya mendukung sistem berkas sendiri, yang mungkin disebut “CP/M sistem berkas” jika diperlukan, tetapi tidak memiliki nama resmi sama sekali.

Sistem Berkas Pada Windows

 Direktori dan Berkas


Sistem operasi Windows merupakan sistem operasi yang telah dikenal luas. Sistem operasi ini sangat memudahkan para penggunanya dengan membuat struktur direktori yang sangat user-friendly. Para pengguna Windows tidak akan menemui kesulitan dalam menggunakan sistem direktori yang telah dibuat oleh Microsoft. Windows menggunakan sistem drive letter dalam merepresentasikan setiap partisi dari disk. Sistem operasi secara otomatis akan terdapat dalam partisi pertama yang diberi label drive C. Sistem operasi Windows dibagi menjadi dua keluarga besar, yaitu keluarga Windows 9x dan keluarga Windows NT (New Technology). 

Direktori yang secara otomatis dibuat dalam instalasi Windows adalah: 
  1. Direktori C:\WINDOWS 
    Direktori ini berisikan sistem dari Windows. Dalam direktori ini terdapat pustaka-pustaka yang diperlukan oleh Windows, device driver, registry, dan program-program esensial yang dibutuhkan oleh Windows untuk berjalan dengan baik. 
  2. Direktori C:\Program Files 
    Direktori ini berisikan semua program yang diinstal ke dalam sistem operasi. Semua program yang diinstal akan menulis entry ke dalam registry agar program tersebut dapat dijalankan dalam sistem Windows. 
  3. Direktori C:\My Documents 
    Direktori ini berisikan semua dokumen yang dimiliki oleh pengguna sistem.
Sistem operasi Windows dapat berjalan diatas beberapa macam sistem berkas. Setiap sistem berkas memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Semua keluarga Windows yang berbasis Windows NT dapat mendukung sistem berkas yang digunakan oleh keluarga Windows 9x, namun hal tersebut tidak berlaku sebaliknya. 

Sistem Berkas yang terdapat dalam sistem operasi Windows adalah: 
  1. FAT 16: Sistem berkas ini digunakan dalam sistem operasi DOS dan Windows 3.1
  2. FAT 32: Sistem ini digunakan oleh keluarga Windows 9x.
  3. NTFS: Merupakan singkatan dari New Technology File System. Sistem berkas ini adalah sistem berkas berbasis journaling dan dapat digunakan hanya pada keluarga Windows NT. Keunggulan dari sistem berkas ini adalah fasilitas recovery yang memungkinkan dilakukannya penyelamatan data saat terjadi kerusakan pada sistem operasi. 

 Sistem Berkas pada Mac OS X



Mac OS X menggunakan sistem berkas yang diwariskan dari Mac OS lama disebut HFS Plus, yang terkadang disebut Mac OS Extended. Karena akar Unix dari Mac OS X, perijinan UNIX ditambahkan ke HFS Plus. Kemudian versi HFS Plus ditambahkan journal untuk mencegah korupsi dari struktur sistem berkas dan memperkenalkan sejumlah optimasi dengan algoritma alokasi dalam upaya untuk defragment file secara otomatis tanpa membutuhkan sebuah Defragmenter eksternal.

Nama file bisa mencapai 255 karakter. HFS Plus menggunakan Unicode untuk menyimpan nama file. Pada Mac OS X, filetype bisa datang dari type code, disimpan dalam metadata file, atau nama file.


HFS Plus has three kinds of links: Unix-style hard links , Unix-style symbolic links and aliases . HFS Plus memiliki tiga jenis link yaitu Unix-style hard links , Unix-style symbolic links and aliases. Alias dirancang untuk mempertahankan link ke file asli mereka bahkan jika pindah atau berganti nama, mereka tidak diinterpretasikan oleh sistem berkas sendiri, tetapi oleh File Manager code di userland .

Mac OS X also supports the UFS sistem berkas, derived from the BSD Unix Fast Sistem berkas via NeXTSTEP . Mac OS X juga mendukung sistem berkasUFS, berasal dari BSD Unix Fast Sistem berkas melalui NeXTSTEP. Tapi pada Mac OS X 10.5 (Leopard), dan Mac OS X tidak dapat diinstal lagi pada volume UFS.

Versi yang lebih baru Mac OS X mampu membaca dan menulis dengan sistem berkas FAT (16 & 32). Mereka mampu membaca, tapi tidak menulis ke sistem berkas NTFS. Perangkat lunak pihak ketiga masih diperlukan untuk menulis ke sistem berkas NTFS di Snow Leopard 10.6.4.

 

Sistem berkas di Solaris

 

Sistem Operasi Solaris milik Sun Microsystems pada rilis sebelumnya untuk melakukan tambahan sistem berkas dan proses booting di-default-kan pada UFS. Dukungan untuk sistem berkas lainnya dan perangkat tambahan yang signifikan telah ditambahkan dari waktu ke waktu, termasuk Veritas Software VxFS , Sun Microsystems (Clustering) QFS , Sun Microsystems (Journaling) UFS, dan Sun Microsystems (open source, poolable, 128 bit compressible, and error-correcting) ZFS. Ekstensi kernel ditambahkan pada Solaris untuk memungkinkan operasi bootable Veritas VxFS. Logging atau Journaling ditambahkan ke UFS di Sun Solaris 7. Solaris 10 , Solaris Express, OpenSolaris , dan open source lain dari sistem operasi Solaris kemudian didukung bootable ZFS.

Logical Volume Management memungkinkan untuk mencakup sebuah sistem berkas di beberapa perangkat untuk tujuan menambah redundansi, kapasitas, dan/atau throughput. Legacy environtments di Solaris dapat menggunakan Solaris Volume Manager (sebelumnya dikenal sebagai Solstice DiskSuite). Beberapa sistem operasi (termasuk Solaris) dapat menggunakan Veritas Volume Manager . Solaris modern berbasis sistem operasi eclipse pada kebutuhan melalui Volume Management memanfaatkan kolam penyimpanan virtual dalam ZFS.

Sistem Berkas pada UNIX (dan turunannya)


Ketika kita login ke UNIX, kita akan ditempatkan di direktori root kita. Direktori root kita dikenal sebagai direktori home kita dan dispesifikasi dengan environment variable yang dinamakan HOME. Environment variable ini menentukan karakteristik dari shell kita dan interaksi pengguna dengan shell tersebut. Environment variable yang umum adalah variabel PATH, yang mendefinisikan dimana shell akan mencari ketika perintah dari pengguna. Untuk melihat daftarenvironment variable, gunakan saja perintah printenv. Sedangkan untuk mengatur environment variable, gunakan setenv. 

Ada beberapa direktori yang umum terdapat dalam instalasi UNIX: 
  1. Direktori "/" (root)
    Direktori ini terletak pada level teratas dari struktur direktori UNIX. Biasanya direktori root ini diberi tanda / atau slash. Direktori ini biasanya hanya terdiri dari direktori-direktori lainnya yang terletak pada level dibawah level direktori root. Berkas-berkas dapat disimpan pada direktori root tetapi usahakan tidak menyimpan berkas-berkas biasa sehingga direktori ini tetap terjaga keteraturannya. 

    Perubahan penamaan direktori-direktori yang ada pada direktori root akan menyebabkan sebagian besar dari sistem menjadi tidak berguna. Karena sebagian besar dari direktori-direktori ini berisi fungsi-fungsi yang sifatnya kritikal yang dimana sistem operasi dan semua aplikasi memerlukan direktori-direktori ini dengan nama yang sudah diberikan pada awal instalasi. Tetapi kita bisa membuat direktori lain pada level ini. Direktori home juga bisa ditemukan pada level ini hasil pembuatan oleh administrator sistem. 
  2. Direktori "/bin"
    Direktori ini berisi program-program yang esensial agar sistem operasi dapat bekerja dengan benar. Dalam direktori ini dapat ditemukan perintah-perintah navigasi, program-programshell, perintah pencarian dan lain-lainnya. bin adalah singkatan dari kata binary. Di UNIX, sebuah binary adalah berkas yang dapat dieksekusi. Sebagian besar dari perintah dalam UNIX merupakan binary, perintah-perintah tersebut merupakan program-program kecil yang dapat dieksekusi oleh pengguna. Ada beberapa perintah yang disebut perintah built-indimana fungsi mereka dikendalikan oleh program shell sehingga mereka tidak beroperasi sebagai binary yang terpisah. 

    Terkadang direktori bin terhubung ke direktori lain yang dinamakan /usr/bin. Direktori /usr/bin biasanya adalah lokasi sebenarnya dari binary-binary pengguna disimpan.Dalam hal ini, /bin adalah gerbang untuk mencapai /usr/bin. 
  3. Direktori "/dev"
    Direktori ini berisi berkas-berkas alat atau alat I/O. Sistem UNIX menganggap semua hal sebagai berkas. Hal-hal seperti monitor, CD-ROM, printer dan lain-lainnya dianggap hanya sebagai berkas saja oleh sistem operasi. Jika UNIX memerlukan perangkat-perangkat tersebut maka UNIX akan mencarinya ke direktori dev. 
  4. Direktori "/etc"
    Direktori yang dibaca et-see ini berisi beberapa konfigurasi berkas pengguna dan sistem, dan berkas yang ditunjuk sistem sebagai operasi normal seperti berkas kata sandi, pesan untuk hari ini, dan lain-lainnya. 
  5. Direktori "/lib"
    Direktori ini berisi pustaka-pustaka (libraries) yang dibagi (shared). Pustaka ini adalah rutin perangkat lunak (software routines) yang digunakan lebih dari satu bagian dari sistem operasi. Ketika kita menginstalasi perangkat lunak yang baru maka ada pustaka-pustaka baru yang ditambahkan ke direktori lib. Jika pada waktu berusaha menjalankan aplikasi terdapat pesan error, hal ini diakibatkan ada pustaka yang hilang dari direktori lib. Aplikasi-aplikasi di UNIX biasanya memeriksa lib ketika menginstalasi untuk memeriksa apakah pustaka-pustaka yang diperlukan oleh aplikasi sudah tersedia atau belum. Jika sudah tersedia, UNIX biasanya tidak menimpa pustaka tersebut. 
  6. Direktori "/sbin"
    Direktori ini berisi binary-binary juga seperti pada direktori bin.Tetapi,bedanya adalahbinary-binary pada direktori ini berhubungan dengan fungsi-fungsi sistem administrasi pada sistem operasi UNIX. Binary-binary ini bukan yang biasa digunakan oleh pengguna tetapi digunakan agar komputer dapat beroperasi secara efisien. 
  7. Direktori "/usr"
    Direktori ini terdiri dari banyak direktori seperti pada direktori root. Direktori ini berisi berkas-berkas yang dapat diakses oleh para pengguna biasa. Struktur dari direktori ini mirip dengan struktur direktori "/". Beberapa direktori yang terdapat dalam direktori ini berhubungan dengan direktori yang ada di direktori /. 
  8. Direktori "/var"
    Direktori ini berisi data yang bermacam-macam (vary). Perubahan data dalam sistem yang aktif sangatlah cepat. Data-data seperti ini ada dalam waktu yang singkat. Karena sifatnya yang selalu berubah tidak memungkinkan disimpan dalam direktori seperti "/etc". Oleh karena itu, data-data seperti ini disimpan di direktori var. 
      

    Macam-macam Sistem Berkas di UNIX
    Secara garis besar, sistem berkas di sistem UNIX terbagi menjadi dua, yaitu sistem berkas dengan fasilitas journaling dan yang tidak memiliki fasilitas tersebut. Dibawah ini adalah beberapa sistem berkas yang digunakan dalam sistem UNIX pada umumnya: 
    1. EXT2
    2. EXT3
    3. JFS (Journaling File System)
    4. ReiserFS

Sabtu, 20 Oktober 2012

Contoh Program Kasir dengan OOP with Java

Contoh Program Kasir dengan OOP with Java

Sangat Banyak variasi pembuatan program dengan java, sesuai logika masing – masing orang. Dimisalkan seperti contoh program kasir dibawah ini, merupakan tugas project 1 saya dengan OPP with Java. Saya ingin memberi sedikit apa yang saya ketahui tentang java. Semoga dapat  membantu teman – teman semua… :)
import java.util.Scanner;  //sintak jika user harus menginputkan inputan
public class project1 { //Part_A
public static void main(String[] args){ //main method
Scanner scan_Char = new Scanner (System.in); //menangkap inputan bertipe charakter /string
Scanner scan = new Scanner(System.in);      //menangkap inputan bertipe integer
int cakeawal=25,makecake=0, sisacake=0;
makecake=cakeawal;
int coffee=0, cake=0, shake=0;
int totalcof=0, totalca=0, totalsh=0;
int pesancof=0,pesansh=0,pesanca=0;
int hargacof=0,hargash=0,hargaca=0;
int hargacoffee=5000,hargashake=7000,hargacake=6000;
int totalbayar,totalpembelian=0,bayar,sisa,totalpembelian1=0;
String pilih;
int temppesancof=0, temppesansh=0, temppesanca=0;
int pricecoffee=0, priceshake=0, pricecake=0; //menyimpan total pembelian setiap makanan agar setelah diubah harga laporan sesuai pembelian
int pembcof=0, pembsh=0, pembca=0; //menampung total pembelian setiap makanan
do{ //perulangan do digunakan untuk mengulang menu kasir yang ada selama user tidak memilih keluar
System.out.println(“==================================================================”);
System.out.println(“========================= THE GEEK CAFE ==========================”);
System.out.println(“==================================================================”);
System.out.println(“Menu : “);
System.out.println(“\t\t a. Pemesanan”);
System.out.println(“\t\t b. Buat Cake”);
System.out.println(“\t\t c. Tampilkan Laporan Penjualan”);
System.out.println(“\t\t d. Ubah”);
System.out.println(“\t\t e. Keluar\n”);
System.out.print(” – Please select this menu above ? “);
pilih = scan_Char.nextLine();
if(pilih.equals(“a”)||pilih.equals(“A”)){
pesancof=0;
pesansh=0;
pesanca=0;
int pilihan=0;
do{ //perulangan yang digunakan untuk mengulang menu pemesanan selama user tidak memilih untuk selesai
System.out.print(“Menu Pemesanan : “);
System.out.println(“1. Coffee”);
System.out.println(“\t\t 2. Shake”);
System.out.println(“\t\t 3. Cake”);
System.out.println(“\t\t 4. Completed select”);
System.out.print(“Please select this menu above ? “);
pilihan=scan.nextInt();
if(pilihan==1){
System.out.print(“Berapa banyak coffee yang ingin dibeli : “);
coffee=scan.nextInt(); //pembelian kopi disimpan di coffee
pesancof=pesancof+coffee; //dan dari coffee disimpan di pesancof untuk pembelian berikutnya ditambah
temppesancof+=pesancof; //penyimpnan setiap pembelian coffee
pembcof=hargacoffee*pesancof;
pricecoffee=pricecoffee+pembcof;
//totalcof=totalcof+pesancof;
}
else if(pilihan==2){
System.out.print(“Berapa banyak shake yang ingin dibeli : “);
shake=scan.nextInt(); //pembelian shake disimpan di shake
pesansh=pesansh+shake; //dan dari shake disimpan di pesansh untuk pembelian berikutnya ditambah
temppesansh+=pesansh; //penyimpnan setiap pembelian shake
pembsh=hargashake*pesansh;
priceshake=priceshake+pembsh;
//totalsh=totalsh+pesansh;
}
else if(pilihan==3){
System.out.print(“Berapa banyak cake yang ingin dibeli : “);
cake=scan.nextInt(); //pembelian cake disimpan di cake
if(cake>cakeawal){ //pengecekan cake yang dibeli jika melebihi persedian
System.out.println(“Maaf, persediaan cake tidak cukup”); // akan dikerjakan
}
else{ //jika memenuhi kondisi ini makan akan dkerjakan
cakeawal=cakeawal-cake; //cakeawal akan dikuarangi jumlah pembelian cake
pesanca=pesanca+cake; //  dan dari cake disimpan di pesancake untuk pembelian berikutnya ditambah
temppesanca+=pesanca; //penyimpnan setiap pembelian cake
pembca=hargacake*pesanca;
pricecake=pricecake+pembca;
//totalca=totalca+pesanca;
}
}
else if(pilihan==4){
hargacof=hargacoffee; //penginisialisasian harga coffee awal disimpan di hargacof agar setelah hargacoffee dibuah harga akan mengubah hargacof
hargash=hargashake; //idem
hargaca=hargacake; //idem
totalpembelian=((pesancof*hargacof)+(pesansh*hargash)+(pesanca*hargacake)); //totalpembelian menghitung jumlah makanan yg dibeli(yang disimpan di pesancof/pesansh/pesanca) dengan dikalikan harganya
do{ //perulangan yang digunakan untuk mengulang menu pembayaran selama uang yang dibayar kurang dari total pembelian maka akan mengulang
System.out.println(“Total biayanya adalah Rp. “+totalpembelian);
System.out.print(“Masukkan jumlah uang pembayaran : “);
bayar=scan.nextInt(); //menangkap inputan user dan disimpan di bayar
sisa=bayar-totalpembelian; //untuk kembalian
}while (bayar<totalpembelian);
if(sisa==0){  //jika uang yang dibayar pas makan akan dikerjakan
System.out.println(“Uang Pas. Terima kasih atas pembeliannya”);
}
else{  //jika uang yang dibayar lebih makan akan dikerjakan
System.out.println(“Pengembalian “+sisa);
}
}
else{ //kondisi yang akan dikerjakan jika user menginputkan selain pilihan yang ada di menu pemesanan
System.out.println(“Maaf, pilihan yang anda masukkan salah”);
}
}while(pilihan!=4); //selama tidak memilih selesai makan akan mengulang menu pemesanan
}
else if(pilih.equals(“b”)||pilih.equals(“B”)){ //akan dikerjakan jika pilihan user memilih b (menu buat cake)
cakeawal=cakeawal+25; //cake awal akan ditambahkan 25 bauh cake
System.out.println(“25 cake sudah ditambah. Total cake di cafe sekarang “+cakeawal);
}
else if(pilih.equals(“c”)||pilih.equals(“C”)){ //akan dikerjakan jika pilihan user memilih c (menu laporan penjualan)
//hargacof=hargacoffee;
//hargash=hargashake;
//hargaca=hargacake;
totalpembelian1=(pricecoffee)+(priceshake)+(pricecake); //total pembelian dari seluruh pembelian yang diinputkan oleh user
//agar pencetakan laporan mencetak semua pembelian/transaksi yang ada
sisacake=cakeawal; //penginisialisaian sisa cake yang tidak terjual sama dengan cake yang disimpan di cakeawal yang cakeawal sudah dikurangi dengan cake(penyimpanan cake yang dibeli)
System.out.println(“\nCake belum terjual : “+sisacake);
System.out.println(“Coffee \t: “+temppesancof+”\tRp. “+(pricecoffee)); //menampilkan jumlah coffee yang dibeli dan total pembelian
System.out.println(“Shake  \t: “+temppesansh+”\tRp. “+(priceshake));    //menampilkan jumlah shake yang dibeli dan total pembelian
System.out.println(“Cake   \t: “+temppesanca+”\tRp. “+(pricecake)); //menampilkan jumlah cake yang dibeli dan total pembelian
System.out.println(“_______________________________”);
System.out.println(“Total  \t: “+(temppesancof+temppesansh+temppesanca)+”\tRp. “+totalpembelian1); //total smw pembelian
}
else if(pilih.equals(“d”)||pilih.equals(“D”)){ //akan dikerjakan jika pilihan user memilih d (menu mengubah harga)
int diubah = 0; //tipe data int dengan variabel diubah untuk penyimpanan inputan user yang akan diubah
int hargacoffeebaru=0,hargashakebaru=0,hargacakebaru=0; //penyimpanan harga baru
while (diubah !=4){ //selama user tidak memilih 4(selesai) dari menu dibawah makan akan dikerjakan berulang-ulang
System.out.println(“\nUbah Harga :\n \t1. Kopi \t2. Shake \t3. Cake \t4. Selesai”);
System.out.print(“Pilih nomor yang akan di ubah harganya : “);
diubah = scan.nextInt();
switch (diubah){
case 1:
System.out.print(“Harga kopi awal “+hargacoffee+”. Masukkan harga kopi baru : “);
hargacoffeebaru = scan.nextInt(); //penyimpanan inputan user di hargacoffeebaru
hargacoffee=hargacoffeebaru;
break; //case1 akan berhenti
case 2:
System.out.print(“Harga Shake awal “+hargashake+”. Masukkan harga Shake baru : “);
hargashakebaru = scan.nextInt(); //penyimpanan inputan user di hargashakebaru
hargashake=hargashakebaru;
break; //case2 akan berhenti
case 3:
System.out.print(“Harga cake awal “+hargacake+”. Masukkan harga cake baru : “);
hargacakebaru = scan.nextInt(); //penyimpanan inputan user di hargacakebaru
hargacake=hargacakebaru;
break; //case3 akan berhenti
default : //dikerjakan jika user menginputankan tidak sesuai menu yang ada
System.out.println(“Masukkan menu yang ada!!”);
break; //default akan berhenti
}
}
}
else if(pilih.equals(“e”)||pilih.equals(“E”)){ //akan dikerjakan jika pilihan user memilih e dan program akan berhenti
System.out.println(“Bye bye”);
break;
}
}while(!pilih.equals(“e”)||!pilih.equals(“E”)); //pengecekan kondisi selama pilihan user dari menu awal tidak sama dengan e makan akan diulang
}
}

Program Sederhana Mencari Nilai Terbesar dengan Java

Buat teman – teman semuanya, disni saya akan memberikan contoh sederhana pemrograman dengan java, dalam ilmu matematika sangat mudah bagaimana cara mencari nilai terbesar dari suatu deret angka, misal : 56, 65, 33, 78, 89, 12 dari deret angka tersebut berapa nilai terbesar ? jawab. nilai terbesar adalah 89, bagaimana jika cara tersebut kita implementasikan dalam bentuk program ? seperti contoh dibawah ini :
Output :










inilah contoh program sederhana dengan java, semoga bermanfaat. aminnnnn

Kamis, 18 Oktober 2012

apa itu EVDO??

Saat ini banyak orang yang ketika membeli sebuah modem kerap bertanya, apakah modem yang dipilihnya tersebut sudah dilengkapi dengan teknologi EVDO? Banyak anggapan bahwa teknologi EVDO memiliki kecepatan yang lebih dibandingkan dengan 3G. Namun apakah seperti itu?

EVDO merupakan singkatan dari Evolution Data Only atau Evolution Data Optimized. Teknologi ini merupakan standar transmisi data nirkabel generasi ketiga. Jika Anda kerap mendengar kata 3G, maka EVDO termasuk dalam teknologi 3G. Bedanya, jika 3G berlaku untuk jaringan GSM, maka EVDO adalah milik jaringan CDMA. Selain itu, EVDO juga diklasifikasi menjadi beberapa jenis, hal tersebut berkaitan dengan standar revisi. Oleh karena itu kita kerap mendengan EVDO Rev A atau EVDO Rev B. Standar revisi memang dinamakan secara alfabet, dimulai dari EVDO Rev O, EVDO Rev A dan EVDO Rev B. Dan, semakin tinggi revisi, maka tentu saja semakin tinggi pula kecepatan akses yang ditawarkan.
Untuk EVDO Rev O, kecepatan maksimal yang bisa diperoleh adalah 2.4 Mbps. Sedangkan untuk EVDO Rev. A, Anda bisa memperoleh kecepatan akses data hingga 3.1 Mbps. Sedangkan untuk EVDO Rev. B, hingga kini masih dalam proses pengembangan, dan belum diketahui berapa kecepatan akses maksimum yang bisa didapatkan.
Di Indonesia sendiri, terdapat modem milik Smartfren yang sudah menggunakan teknologi EVDO Rev. B. Pihak Smart awalnya meluncurkan modem EVDO Rev. B fase 1 dengan kecepatan hingga 9.3 Mbps. Dan kini telah ada teknologi EVDO Rev. B fase 2 dengan kecepatan hingga 14.7 Mbps.
Namun, apapun teknologi jaringan yang dimiliki oleh sebuah modem, hal tersebut akan sia-sia jika Anda tidak tercover jaringan tersebut. Misalnya, Anda memiliki modem EVDO Rev B, tapi berada di wilayah Jawa Timur, maka kecepatan yang Anda peroleh bakal sama dengan modem EVDO Rev A. Karena, saat ini jaringan EVDO B baru ada di Jakarta dan Bali. So, perhatikan hal ini jika membeli sebuah modem.

penerjemah bahasa hewan ternak

Para peneliti dari Georgia Institute of Technology dan the University of Georgia mengembangkan sebuah sistem penerjamah yang mereka klaim bisa menterjemahkan bahasa hewan ternak, terutama ayam ternak.
Para peneliti tersebut meneliti setiap suara ayam dalam setiap situasi yang berbeda dan dimasukkannya ke dalam database untuk kemudian dianalisa. Hasil dari analisa tersebut nantinya akan disampaikan kepada para pemilik peternakan berupa saran atas apa saja yang “diinginkan” oleh ayam ternaknya.

Sistim penterjemah ini nantinya dihubungkan ke sebuah sistim lainnya sehingga sistim ini bisa berinteraksi dengan sistim utama. Jika sistem mendeteksi adanya “permintaan” dari ayam-ayam untuk menurunkan suhu, maka sistem akan secara otomatis menyalakan mesin pendingin.
Tujuan utama dari diadakannya sistem penerjemah bahasa binatang ternak ini tentu saja agar ayam-ayam jadi lebih sehat dan pertumbuhannya jadi lebih cepat.

hongkong memiliki akses internet tercepat saat ini

Beberapa tahun di belakangan, Korea Selatan dikenal sebagai negara dengan akses internet tercepat di dunia. Dan, pada tahun ini pun hal tersebut tidak berubah. Menurut data dari Akamai, Korea Selatan memiliki kecepatan rata-rata tertinggi di dunia dengan akses mencapai 14.2 Mbps. Kecepatan tersebut pun mengalami peningkatan sebesar 2.9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, untuk permasalahan kecepatan tertinggi yang mampu dicapai, akses internet di Korea Selatan masih kalah dengan akses internet di Hong Kong. Di sini, pengguna internet bisa memperoleh kecepatan hingga 49.2 Mbps. Kecepatan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan Korea Selatan yang duduk di peringkat kedua dengan 46.9 Mbps. Meskipun begitu, nampaknya Korea Selatan pada tahun depan akan menjadi negara dengan rata-rata kecepatan internet tertinggi di dunia. Hal itu terlihat dari perubahan dari tahun ke tahun. Kecepatan tertinggi 46.9 Mbps milik Korea Selatan mengalami kenaikan sebesar 31 persen dibanding tahun lalu. Sedangkan Hong Kong hanya mengalami kenaikan sebesar 11 persen.
Selain itu, Korea Selatan lagi-lagi menjadi negara nomor satu yang memiliki rata-rata koneksi internet high broadband (>10 Mbps) dengan prosentase mencapai 49 persen. Dengan statistik tersebut, Korea Selatan benar-benar menjadi surga bagi para pengguna internet.
Sementara itu, Singapura menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam top 10 data dari Akamai. Negara tetangga ini duduk di peringkat ke delapan sebagai negara dengan kecepatan tertinggi rata-rata sebesar 28.3 Mbps.